Kamis, 01 Desember 2016

Soto ‘SAMPAH’, Sotonya Mahasiswa Jogja



Gambar sisip 2


Soto merupakan makanan yang sering kita dengar, soto memiliki aneka macam olahan dan keistimewaan yang berbeda beda dari setiap daerah termasuk di Yogyakarta. Pertama kali mendengar nama warung ini, saya sempat kaget karena menurut saya nama warung ini memiliki gambaran yang bertolak belakang dengan kenikmatan dan kelezatan dari soto sampah ini.
Gambar sisip 1
Nanang, pemilik warung soto mengatakan bahwa ia hanya mewarisi usaha kakeknya Ngadimin yang sudah merintis warung ini sejak 1979. Sebelumnya, warung sederhana itu menyajikan santapan lain seperti nasi rames, nasi lodeh, dan rupa lain. Namun orang kepincut dengan soto racikan Pak Ngadimin yang berbahan dasar lemak sapi atau gajih yang biasanya dibuang dan bertabur kecambah. Penyajian yang awut awutan menjadikan soto ini terkenal sebagai sampah. Menyantap soto di sini pun juga biasa-biasa saja, pada siang hari kita hanya akan menemukan gorengan sebagai teman makan soto. Tetapi saat malam hari kita bisa menemukan beberapa makanan atau lauk pauk untuk teman makan soto. Tempat warung soto ini berada di Jl. Kranggan tepatnya di dekat SPBU Kranggan.
Karena letaknya berada di dekat pinggir jalan, warung ini tampak sederhana hanya dengan lapak yang beratap sebuah terpal. Warung ini hanya menyediakan sedikit bangku sehingga bila persediaan kursi habis biasanya menggunakan tikar untuk lesehan disepanjang jalan. Untuk yang sering kelaparan ditengah malam tidak perlu khawatir karena Soto Sampah ini buka 24 jam nonstop. Pas banget dalam dinginnya malam bisa menikmati semangkuk soto sampah yang panas. Ditambah lagi dengan pemandangan pinggir jalan kota Jogja yang tak pernah sepi..
Kalau soal harga cukup lumayan murah, untuk satu porsi soto kita cukup membayar Rp 4000,00 belum termasuk minum dan makanan tambahan. Rasa yang istimewa dan buka 24 jam ini membuat orang yang merasa lapar malam hari tidak perlu bingung lagi.

Penulis : Ulfa Anjarwati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar