Rabu, 08 Maret 2017

Aksi perempuan di hari perempuan





YOGYAKARTA-(08/03) Dalam memperingati hari perempuan internasional, sejumlah aktivis dari berbagai organisasi turun aksi unjuk rasa dan menggelar long march dari parkiran abu bakar ali – jalan malioboro – titik o km. Dan didepan kantor gubernur melakukan orasi. Terdapat kurang lebih 20 organisasi yang ikut serta dalam aksi ini.
Ada 32 tuntutan yang disampaikan dalam aksi ini, yang secara global ini menuntut secara sexisme dan kapitalisme, karena sesuai yang disampaikan oleh Fulah, Koordinator lapangan aksi kali ini, bahwa 32 tuntutan tersebut dapat diselesaikan dengan menghancurkan kapitalisme dan sexisme tersebut.
Dalam aksi ini, para peserta aksi membawa berbagai poster yang bertuliskan diantaranya menolak perjodohan, yang nafsu siapa yang dosa siapa, dll. Aksi ini juga mempunyai acara lanjutan yaitu panggung rakyat yang dilaksanakan di titik 0 km yang dimulai dari jam 02.00.(IFTI/BUKIT)

Peringati Hari Perempuan, Sejumlah Elemen Masyarkat Turun ke Jalan

Dalam tuntutanya kali ini, para aktivis menyuarakan beberapa tuntutan diantaranya, menuntut pemerintahan Jokowi-JK untuk memperhatikan para perempuan tani yang tanahnya dirampas oleh Negara mereka saat ini mengalami kesusahan. Kemudian sektor buruh, khususnya pekerja wanita yang tidak mendapatkan haknya seperti hak cuti hamil, hak melahirkan, hak menyusui dan lain sebagainya. Dan yang terakhir adalah sektor pendidikan dimana semakin meningkatnya biaya pendidikan semakin membuat rakyat tidak mampu untuk bersekolah. 

Koordinator Aksi, Fandy mengatakan bahwa selama ini masih banyak perempuan yang tidak mendapatkan haknya secara baik. Perempuan sering mendapatkan diskriminasi tidak hanya dalam dunia kerja, melainkan juga dalam dunia pendidikan. Namun, sebenarnya akar dari semua persoalan yang ada sebenarnya perampasan dan politik

Dalam berbagai poster yang dibawa mereka menuntut kepada pemerintah agar lebih memperhatikan hak hak perempuan. Selain itu, mereka juga berharap agar pemerintah mengeluarkan kebijakan kebijakan yang pro terhadap perempuan.
 
Meskipun aksi ini untuk ditujukan untuk perempuan, tapi tak sedikit laki-laki yang ikut andil dalam gerakan ini. Mereka ikut membantu perempuan dalam menyuarakan hak-haknya dan juga kebebasan

Meskipun hari ini adalah hari perempuan internasional tapi kami juga ikut memperingatinya denan turun aksi ke jalan menyuarakan hak perempuan. Kami sebagai laki-laki juga ingin membantu perempuan dalam berjuang menuntut haknya. Ini sebagai solidaritas kami, ungkap fandi. ( Ulfa/bukit)