Jumat, 08 November 2013

DARUL ARQAM TEMPAT LAHIRNYA PEMIMPIN HEBAT


Darul Arqam, sebuah rumah di wilayah mekah milik salah seorang sahabat yang menjadi tempat Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam mengkader para sahabatnya sebelum peristiwa hijrah ke madinah. Di tempat itulah Rasulullah selama 13 tahun mencetak generasi yang menjadi penyokong-penyokong utama menegakkan dakwah nubuwwah.
Di awal mula pengkaderan itu Rasulullah menanamkan aqidah yang kuat kepada para sahabat. Strategi utama yang Rasulullah gunakan dalam mendidik mereka adalah melalui uswah (keteladanan). Rasulullah tidak hanya menyampaikan, akan tetapi mempraktikan ajaranya secara langsung kepada mereka. Tak heran jika melalui cara itulah Rasulullah berhasil mencetak orang-orang spesial yang kelak siap menggantikan perjuangan dakwah sepeninggalnya. Siapakah orang-orang tersebut? empat diantaranya yang dikenal dengan Al Khulafa’ Ar-Rasyidin. Mereka adalah Abu Bakr As-Shidiq, Umar Ib’n Khattab, Utsman Ib’n Affan, dan ‘Ali Ibn Abi Thalib. Juga yang dikenal dengan Al-Asrah Al-Mubassirin bi Al-Jannah (sepuluh sahabat yang dijamin surga). Keempat sahabat yang masuk dalam golongan Khulafa’ Ar-Rashiddin, ditambah keenam sahabat lainya yaitu Thalhah Ib’n Abdullah, Zubair Ib’n Awwam, Saad Ib’n Abi Waqqas, Said Ib’n Zaid, Abdurrahman Ib’n Auf, dan Abu Ubaidillah Ib’n Jarrah..
Di tangan empat sahabat yang manggantikan Rasulullah itulah Islam mengalami kemajuan-kemajuan pesat. Kepemimpinan yang menakjubkan dari mereka layak menjadi contoh untuk generasi mendatang setelahnya. Berikut adalah riwayat singkatnya.
Abu Bakr As Shidiq adalah sahabat pertama yang menjadi khalifah menggantikan Rasulullah, dan termasuk laki-laki pertama yang memeluk Islam. Abu Bakr memerintah selama ………..tahun. dan wafat pada tahun ke………..hijriyah pada usia 63 tahun. Prestasi yang dia peroleh antara lain……………
Perjuangan dan sepak terjangnya tercatat dan terabadikan dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 40 yang artinya, Jikalau tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seseorang dari dua orang (Rasulullah dan Abu Bakar) ketika keduanya berada dalam gua, diwaktu dia berkata kepada temannya: Janganlah berduka cita, sesungguhya Allah bersama kita. Maka Allah menurunkan ketenangan kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Umar Ib’n Khattab. Sebelum hidayah Islam masuk dalam hatinya, menjadi musuh yang paling keras pertentanganya dan paling ditakuti oleh kaum muslimin. Setelah hidayah merasuk dalam hatinya, justru menjadi pembela Islam yang paling ditakuti oleh musuh-musuh Islam. Dan menjadi kekuatan dakwah utama pendukung Rasulullah.
 Umar In’n khattab memimpin umat Islam Sepeninggal Abu Bakr As-Shidiq. Kepemimpinannya ditunjuk langsung oleh Abu Bakr As-Shidiq yang kemudian di bai’at oleh kaum muslimin. Umar Ib’n Khattab adalah khalifah kedua yang pertama kali mendapat gelar Amir Al-Mukminin, juga mendapat sebutan Al-Faruq makna pembeda. Yang artinya, orang yang dengan tegas mampu membedakan antara kebenaran dengan kebathilan.
Khalifah ketiga yang tak kalah penting prestasinya dialah Utsman Ib’n Affan. Tahukah mushaf Al-Qur’an yang sering kita baca saat ini? Ya, Mushaf Utsmani. Dialah orang yang berjasa mengkodifikasikan mushaf Al-Qur’an. Sehingga meski 14 Abad silam Islam telah berlalu, keaslian sumbernya masih terjaga. Syahid dalam umur 82 tahun (ada yang meriwayatkan 88 tahun) dan dikuburkan di Baqi.
Khalifah keempat yang menggantikan selanjutnya adalah Ali Ib’n Abi Thalib. Dialah orang yang sejak kecil berinteraksi langsung dengan Rasulullah dan termasuk sahabat yang pertama menerima Islam di kalangan anak kecil waktu itu.
Lingkungan tempat pendidikan yang sangat kondusif membuatnya tumbuh menjadi seorang yang memiliki kebijaksanaan dan kedalaman ilmu. Sehingga sepeninggal Utsman Ib’n Affan dialah yang menggantikan kepemimpinan umat Islam. Kendati dalam kepemimpinanya terjadi pemberontakan, namun sejarah telah membuktikan kesalehan dan kebijaksanaanya memegang kekuasaan hingga Ia menemui Syahidnya dalam usia 64 tahun dan dimakamkan di Kuffah (iraq).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar