Senin, 19 Desember 2016

Kanker Itu Bisa Disembuhkan



Yayasan Kasih Anak Kanker Yogyakarta


 Sebagian besar dari kita pasti beranggapan bahwa kanker itu adalah penyakit menular dan tidak bisa disembuhkan. Selain itu, ketika seseorang divonis kanker, dia akan merasa hidupnya sudah berakhir, dan dia akan kehilangan semangat hidunya. Dari persepsi semacam inilah, yang muncul hampir di benak sebagian besar orang, YKAKY (Yayasan Kasih Anak Kanker Yogyakarta) hadir untuk merubah anggapan tersebut. 
Yayasan ini berlokasi di jl. Bangau No. 8 Plemburan Sariharjo Ngaglik Sleman. Pada awalnya, YKAKY merupakan paguyuban mantan para orang tua penderita kanker. Paguyuban tersebut beranggotakan lima orang, yakni Bapak Andi, Bapak Slamet, Bapak Boni, Ibu Veronica dan Bapak Eka Wibawa, yang sekarang menjadi ketua yayasan nya. Mereka semua adalah para orang tua yang sangat perduli terhadap kanker. Mereka sering memberikan sharing dan motivasi kepada para orang tua penderita kanker, terutama yang berada di Rumah Sakit Sarjito, Yogyakarta.
Setelah mendapat beberapa donasi dari Jakarta, paguyuban tersebut berkembang menjadi yayasan kanker. Secara resmi, YKAKY lahir pada tanggal 13 Desember 2014. Dan kebetulan, saat News Bukit berkunjung kemarin (19/20), di yayasan sedang berlangsung perayaan ulang tahun atau tasyakuran kelahiran YKAKY yang ke-2. Keceriaan anak-anak, nyanyian musik, dan kekhusyu’an doa para orang tua yang hadir, berbaur menjadi satu, pada minggu pagi yag syahdu.
            Tujuan atau motivasi dari YKAKY ini adalah ingin menyadarakan para orang tua penderita kanker dan juga masyarakat, bahwa penyakit kanker itu bisa disembuhkan dan tidak menular “karena kebanyakan orang saat ini kan menganggap bahwa kanker itu nular. Padahal kanker itu tidak menular dan bisa disembuhkan. Asal diketahui sejak dini dengan pengobatan yang teratur” ujar Andi, salah satu pengurus YKAKY dari Kudus, yang telah tinggal di Yogyakarta selama 17 tahun. Pak Andi juga merupakan salah satu mantan orang tua penderita kanker. Anak Pak Andi divonis menderita kanker pada usia 4 tahun dan sekarang sudah sembuh, bahkan sudah kuliah di UGM.
Kegiatan utama di YKAKY adalah pendidikan atau semacam sekolah bagi anak penderita kanker, yang diadakan secara Gratis, tanpa dibungut biaya sepeserpun. Karena pak andi dan pengurus YKAKY yang lain,  juga mempunyai visi bahwa meskipun anak itu menderita kanker tapi haknya untuk sekolah harus tetap berjalan. Untuk itu, YKAKY mengadakan kegiatan belajar-mengajar, setiap hari senin-jumat pada pukul 10.00-12.00 WIB. 
Proses wisuda anak-anak YKAY oleh Eka Wibawa, selaku ketua yayasan YKAY.
Wisuda merupakan keberhasilan dan kemenangan anak penderita kanker melawan penyakitnya.
 Ada sekitar 30 anak/siswa yang sekolah di YKAKY. Mereka dari usia 1-18 tahun, dengan latar belakang pendidikan mulai dari SD sampai SMP. Karena jenjang pendidikan anak-anak nya yang beragam, maka pelajaran yang disampaikan pun meliputi semua mata pelajaran di sekolah. Seperti fisika, matematika, biologi, sehingga kurikulum yang dipakai pun disesuaikan dengan sekolah asal anak-anak. Selain itu, YKAKY juga sudah menjalin kerjasama dengan sekolah asal mereka.
Untuk gurunya sendiri, mereka direkrut secara khusus “kalau untuk gurunya, minimal mereka harus sarjana pendidikan dan punya akta mengajar. Karena, kita pun tidak mau menolong adik-adik itu secara sembarangan” Jelas Andi. Ada 4 guru di YKAKY yang berstatus sebagai pegawai tetap. Jadi mereka bukan lah semacam volunteer atau relawan saja.  
Selain sekolah, kegiatan lain di YKAKY adalah sosialisasi atau penyuluhan dari RS Sarjito setiap satu bulan sekali. Tema sosialisasinya pun beragam. Bisa tentang gizi, kesehatan jiwa, makanan sehat, dan tema-tema lainnya, sesuai dengan spesilisasi dokter yang menjadi pembicaranya.
Siapapun anak penderita kanker yang ingin belajar dan bermain bersama, bapak Andi dan pengurus YKAKY lainnya, akan senang hati menerima mereka di yayasan. Sehingga tidak heran jika anak-anak yang bergabung di YKAKY ini, berasal dari berbagai daerah. Misalnya Cilacap, Purbalingga, Ngawi, Pacitan dan ada pula dari kalimantan.
Harapan pak Andi sendiri untuk YKAKY kedepannya adalah terus munculnya kesadaran di masyaraat bahwa kanker itu sebenarnya bukan penyakit yang menular dan bisa disembuhkan. “Yang jelas, untuk terus memajukan Yayasan ini, kami tidak bisa berjalan sendiri. Kami pun butuh bantuan dari masyarakat” tutur pak Andi penuh harap.

Reporter : Zakiya FR

Tidak ada komentar:

Posting Komentar