Jumat, 12 Mei 2017

Mataram Civet Coffee

                Indonesia selalu menyimpan berbagai macam keunikan di dalamnya. Dari Sabang sampai Merauke banyak sekali keanekaragaman yang dapat digali dan ditelususri. Budaya, bahasa, suku, maupun kuliner tersaji secara melimpah di bumi Nusantara. Salah satu kota yang menawarkan sejuta destinasi wisata, budaya, sejarah dan kuliner melengkapi Indonesia. Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi salah satu pilihan yang wajib kalian masukkan dalam daftar jalan-jalan kalian.
                Siapa yang tak kenal dengan kopi??? Minuman berwarna hitam yang akrab dengan para laki-laki namun tak bisa dipungkiri bahwa cita rasa kopi turut menarik perhatian lidah perempuan. Bagi para pecinta kopi tentu tidak asing lagi dong dengan Kopi Luwak (Civet Coffee). Biji kopi yang melalui proses pencernaan seekor luwak yang kemudian dikeluarkan melalui anus tak disangka dapat menjadi minuman yang memiliki nilai ekonomi tinggi disamping prosesnya yang unik. 
                Luwak mempunyai sistem pencernaan yang sederhana, sehingga makanan yang sifatnya keras seperti jenis biji kopi pasti tidak akan tercerna dengan baik. Dan sisi baik yang lainnya adalah biji kopi yang masih ada di dalam perut luwak ini akan mengalami fermentasi dengan cara yang alami sebelum keluar bersama kotoran luwak. Fermentasi yang terjadi di dalam saluran pencernaan luwak ini akhirnya menghasilkan aroma dan juga rasa kopi yang nikmat dan spesial. (http://hargakopiluwak.org/sejarah-kopi-luwak)
              Kedai Kopi Luwak yang saya sambangi adalah Kopi Luwak Mataram yang berlokasi di Jalan Pelemwulung No. 15, Banguntapan Bantul, Yogyakarta, Jawa Tengah. Kedai kopi yang mengusung nuansa bangunan Joglo ini telah dirintis oleh bapak Edi Prabowo di tahun 2013 lalu. Berniat membuka usaha kedai kopi yang berbeda dari kopi-kopi yang lain dan masih jarang serta memiliki peluang yang lebih besar. Kedai Kopi Luwak Mataram yang buka setiap hari pada pukul  08.00 hingga 19.00 WIB ini khusus mendatangkan biji-biji kopi terbaiknya dari daerah Temanggung, Jawa Tengah.  
                  Jenis kopi Arabica yang memiliki cita rasa yang enak dan tidak begitu pahit menjadi kopi andalan  yang disajikan di Kedai Kopi Luwak Mataram ini. Selain rasanya yang enak, harga kopi jenis ini pun cukup mengejutkan. Per kilonya dapat mencapai harga 1 hingga 2 juta rupiah. Namun jangan salah… dijamin sebanding kok sama rasanya yang istimewa. Si Luwak gak bakalan kok makan biji-biji kopi yang gak berkualitas. Keliatan profesional banget gak sih… si Luwak???
O… ya, kedai kopi ini juga menyediakan kopi-kopi yang dikemas dan siap dijadikan oleh-oleh lo… So, jangan khawatir untuk pulang dengan tangan kosong ya, guys. By the way ngopi di kedai ini seru juga lo. Dengan merogoh kocek sebesar Rp 30.000 kalian udah bisa menikmati secangkir kopi luwak Arabica yang nikmat. Suasana pedesaan yang jauh dari hiruk pikuk kendaraan dan juga desain bangunan Joglo didukung dengan lukisan-lukisan menawan yang dijamin bikin betah pengunjung deh.. Apalagi kedatangan kalian akan disambut dengan senyuman ramah para karyawan Kedai Kopi Luwak Mataram. Pokoknya recommended buat kalian yang coffee lovers.
                  Tak hanya pengunjung dalam negeri saja yang datang ke Kedai Kopi Luwak Mataram ini. Turis-turis mancanegara juga banyak yang berkunjung ke kedai kopi luwak ini karena rasa penasaran mereka dengan proses kopi asli Indonesia yang berbeda dengan kopi di negara mereka. Menurut salah satu karyawan kedai kopi luwak, ibu Mimin yang telah bekerja di kedai tersebut selama 3 tahun mengatakan bahwa sudah banyak turis-turis mancanegara yang berkunjung ke kedai kopi luwak tersebut. Jepang, Belanda, Prancis dan negara-negara lainnya. Sehingga karyawan-karyawan yang bekerja di kedai kopi luwak tersebut diiwajibkan untuk dapat berbahasa asing seperti bahasa Inggris, Jepang dan Mandarin. Beberapa karyawan merupakan mahasiswa salah satunya adalah dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
                Untuk turis yang berasal dari Jepang, mayoritas akan banyak berkunjung di bulan Mei karena di bulan itulah mereka memiliki waktu liburan. Keunikan-keunikan dalam melayani pelanggan mancanegara pun turut dirasakan oleh ibu Mimin. Seperti halnya turis Jepang biasanya akan bertanya lebih singkat dibandingkan dengan turis-turis dari negara barat. Turis Jepang hanya akan mengambil video, menanyakan proses pembuatan, mengicipi kopi luwak dan setelah itu mereka akan meninggalkan kedai. Sedangkan turis-turis dari negara barat biasanya akan bertanya secara mendetail mulai dari sejarah kopi luwak hingga siap disajikan.
Perlu diketahui bahwa Kedai Kopi Luwak Mataram ini tidak membuka cabang ya, guys. Jadi kalian bisa langsung datang ke kedai kopi Luwak ini atau bisa juga memesan secara online melalui email: kopiluwakmataram@yahoo.com atau facebook: Kopi Luwak Mataram. (Widya R/BUKIT)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar