Senin, 02 Januari 2017

4 makanan wajib saat PMS





Hallo sahabat perempuan, gimana kabarnya? Semoga selalu diberikan kesehatan ya. saya akan memberikan informasi seputar kesehatan perempuan yang pastinya bermanfaat untuk kita semua.  Kali ini kita akan membahas mengenai 4 makanan wajib yang harus dikonsumsi pada saat PMS . langsung saja yuk kita lihat apa saja makanannya.

Menyambut datangnya haid sebagian besar perempuan sering mengalami Pre Menstrual Syndromen (PMS). Kram diperut bagian bawah (dysmenorrhea), kadang bisa menimbulkan nyeri hingga tidak bisa beraktivitas.  Meningkatnya hormon estrogen dan progesteron merupakan mekanisme tubuh menghadapi mestruasi. Efeknya bisa meningkatkan suhu badan, sakit kepala, mood tidak stabil, dan lain lain. 

Diambil dari situs OTC DIGEST berikut ini merupakan 4 makanan wajib yang harus kamu konsumsi agar bisa mengurangi keluhan saat kamu PMS
1. Karbohidrat komplek, makana yang mengandung karbohidrat komplek dapat meredakan mood swing saat PMS. Riset yang dipublikasikan oleh the archive of internal medicine, mereka yang diet rendah karbohidrat lebih gampang mengalami depresi, gelisah, atau marah dibanding yang menyantap sumber karbohidrat berupa whole grain, seperti gandum utuh.

2. Makanan tinggi kalsium, terbukti mengurangi keluhan PMS. Dalam studi wanita, wanita yang mengkonsumsi suplemen kalsium setiap hari, dalam 3 bulan keluhan gangguan mood dan kelelahannya lebih ringah dibanding wanita yang tidak mengkonsumsi suplemen kalsium.

3. Asupan 20 mg Zat besi/hari, menurut penelitian di Universitas Massachusetts di Amherst mengurangi gangguan PMS sampai dengan 35℅, dibanding mereka yang hanya mengkonsumsi 10 mg zat besi/hari .

4. Magnesium sesaat sebelum haid dalam tubuh menurun. Kondisi ini menyebabkan perubahan mood dan aktivitas otak. Magnesium dipakai untuk membantu mengatur neutrotransmitter serotonin diotak, yang memberi rasa nyaman. 

Selain ke empat makanan tersebut sahabat perempuan juga bisa mengkonsumsi buah pisang loh.  Buah pisang secara khusus dapat meningkatkan produksi melatonin, sehingga membantu keluhan sulit tidur yang dialami wanita saat PMS.




Perjalanan indah Ke Parang Terititis





Hawa panas menyambut kedatangan di Yogyakarta, setelah melalui perjalanan kurang lebih dua jam akhirnya kamipun sampai di tempat tujuan. Perjalanan ku bersama teman-teman dalam rangka libur panjang. Kebetulan kuliah sedang libur, jadi aku dan teman-temanku bisa berlibur bersama.
Awalnya aku dan temanku bingung, tidak tau harus liburan kemana. Akhirnya salah satu dari temanku, Yessie namanya mengajak untuk liburan ke parang teritis katanya yang dekat dan murah. Kami pun menyetujui ajakan dari Yessie untuk pergi ke salah satu objek wisata yang ada di Yogyakarta, yaitu parang teritis.
Parang teritis adalah nama salah satu pantai yang ada di Yogyakarta. Pantai ini terletak 27 KM selatan kota Jogjakarta. Pantai Parang Teritis mempunyai keunikan yang berbeda dengan pantai lainnya, selain ombaknya yang besar, juga terdapat gunung-gunung pasir yang tinggi disekitar pantai. Waktu yang tepat untuk mengunjungi pantai ini yaitu pada sore hari ketika matahari hendak terbenam. Agar tidak tersengat panasnya matahari.
Berbicara tentang pantai Parang Teritis atau pantai selatan, tidak terlepas dari cerita tentang Ratu Kidul. Pantai parang teritis sangat lekat dengan cerita ratu Kidul. Banyak orang Jawa percaya bahwa parang teritis adalah gerbang menuju ke kerajaan gaib milik Ratu Kidul. Merinding rasanya mendengar cerita tentang makhluk penguasa pantai selatan ini. Dibalik pesona eksotik pantai, ternyata ada makhluk gaib yang menguasai pantai ini.
Pantai parang teritis tidak hanya dikunjungi oleh wisatawan domestik saja. Terbukti pada saat aku kesana banyak sekali turis asing yang sedang bermain ombak atau hanya sekedar berjemur dipinggir pantai. Menurut data retribusi dan kunjungan obyek wisata di Kabupaten Bantul. Pada tahun 2011, jumlah pengunjung asing mencapai 1.338.112 orang. Ini menandakan bahwa pantai Parang Teritis adalah pantai dengan jumlah wisatawan asing terbanyak dibandingkan dengan pantai lainnya di Yogyakarta seperti pantai Kwaru, pantai Pandansimo, pantai Samas, dan pantai Goa Cemara.
Tak terasa, matahari sudah codong kebarat. Inilah saatnya untuk bersenang-senang. Temanku yang lain, puput namanya mengajak kita ke tempat penyewaan ATV (All-Terrain Vechile). Sesampainya ditempat penyewaan kami pun sedikit terkejut dengan tarif penyewaan, 50.000 per jam. Tapi tetap kami sewa juga, tapi berhubung dua temanku takut naik sendiri akhirnya kami hanya menyewa dua ATV.
Kami pun menelusuri pantai parang teritis dengan menggunakan ATV. Melesat melintasi pasir pantai dan sesekali terkena ombak. Sungguh aku merasakan perjalanan yang indah ditengah-tengan tugas kuliah yang seabrek. Tak terasa setengah jam sudah kami berlalu lalang menggunakan ATV. Perjalanan pun kami lanjutkan dengan mengisi perut. Kami pun menuju ke salah satu warung yang ada di pinggir pantai untuk menikmati makanan yang ada.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 WIB kami pun bergegas untuk segera pulang, walau rasanya masih belum ingin pulang tapi mau bagaimana lagi hari sudah semakin malam. Tampak wajah teman-temanku yang semakin hitam karena sengatan matahari walaupun sebenarnya aku juga. Sepanjang perjalanan pulang aku dan putri saling berbagi canda dan cerita. Sungguh indah perjalananku hari ini.

Penulis : ulfa anjarwati
 

Bangga Jadi Anak Daerah

            Sungai, sawah, hujan, lumpur, pohon, kini tak lagi menjadi sahabat para sobat kecil. Kotor, banyak kuman, nanti sakit, telah menjadi alasannya. Gadget, smartphone, hadir menggantikan luasnya taman bermain alam tersebut. Mereka memilih untuk mengurung diri di kamar dan sibuk dengan perangkat elektronik masing-masing. Masa-masa bermain di mana alam sebagai penyedia sarana kini telah sepi dari teriakan dan kejar-kejaran mereka. Banyak orang tua yang memilih mall sebagai tujuan mengajak putra putri mereka sembari memenuhi hasrat shopping.
            Merasa bangga menjadi anak metropolitan yang sarat akan keglamoran dan malu jika mengaku berasal dari kampung apalagi kampung yang berada di pelosok. Apakah memori masa kecil di mana kegembiraan bersama alam daerahnya begitu saja sirna tergerus gemerlap dunia baru? Miris memang. Namun begitulah realita yang ada saat ini. Sebenarnya kemajuan zaman tak harus menggeser dan merendahkan keberadaan lokasi minoritas. Namun diperlukan adanya kearifan bagi setiap individu untuk memaknai apapun yang ada di sekelilingnya. Apalagi suatu daerah di mana daerah itu adalah tanah tempat kelahirannya. Menghabiskan masa kecil bersama alam daerahnya, sosialisasi yang erat dengan warganya, hidup dalam kegotong royongan, tentu menjadi hal yang merugikan jika harus disingkirkan bahkan dilupakan. Dan akhirnya memilih berstatus menjadi manusia metropolitan, yang sebenarnya jauh dari kenyamanan batin bahkan mengedepankan individualisme.
            Kemajuan zaman memang tak seharusnya ditolak karena inilah pembuktian dari serentetan penggalian ilmu. Namun tak sedikit yang memaknai bahwa kemajuan zaman berarti harus beralih atau berpindah dan meninggalkan apapun yang ada di belakangnya. Nah inilah yang mengakibatkan adanya kelangkaan bahkan kepunahan. Sehingga sering kita temui bentuk-bentuk usaha pemerintah untuk kembali melestarikan dan mengadakan kembali baik itu budaya daerah, makanan tradisional, dan sebagainya. Salah satu fenomena yang ada saat ini yakni, bila zaman dahulu di Jawa penggunaan blangkon, surjan, jarik, kebaya adalah hal yang lumrah, namun jika perlengkapan tersebut digunakan saat ini yang terjadi adalah dirasa aneh, malu, bahkan ditertawakan. Sehingga perlengkapan tersebut hanya digunakan dalam acara-acara tertentu seperti pernikahan, hari Kartini, dan sebagainya. Sehingga hadirnya kemajuan zaman turut mempengaruhi mental setiap individu. Terkhusus dalam hal ketidaksiapan pengakuan status sebagai anak daerah.
            Jadi, ayolah! Jangan pernah merasa malu untuk mengakui asal muasalmu. Walaupun kamu lahir di pucuk gunung sekalipun. Berbanggalah dengan daerahmu yang menyimpan banyak keistimewaan yang dapat kamu pamerkan pada orang-orang di luar daerahmu. Yang tentunya akan memberikan dampak positif bagi daerahmu kelak. Jangan pernah melupakan keseruanmu bermain air di sungai, memanjat pohon, kejar-kejaran dengan teman, bermain hujan-hujanan sampai bermain lumpur sekalipun. Karena itulah keasyikan yang kamu ciptakan sendiri dibandingkan dengan gadget ataupun smartphone yang telah diprogram sebelumnya dan kamu tinggal menikmatinya saja.

Oleh: Widya Resti Oktaviana